Gangguan Saat Tidur Membuat Orang Jadi Pelupa

Jalan Sutra- Jika Anda sering terbangun di malam hari oleh gangguan kecil seperti kegerahan atau kebisingan, segera atasi hal tersebut sebelum hal ini mempengaruhi otak Anda. Gangguan selama tidur ternyata berkontribusi dalam penurunan daya ingat.

Ketika usia seseorang bertambah, kemampuan otaknya untuk menyimpan memori akan semakin berkurang. Alasannya, penuaan berhubungan dengan kerusakan pada daerah tertentu di otak yang menghasilkan gelombang lambat dan menghambat fungsi penyimpanan memori otak.

Sayangnya, kasus ini berbeda dengan degenerasi memori yang disebabkan oleh gangguan pada neuron atau pembekuan darah di otak yang dapat disembuhkan dengan perawatan medis. Salah satu cara untuk mengatasi gelombang lambat pada otak tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas tidur.

"Gangguan saat tidur ternyata besar sekali pengaruhnya terhadap perubahan dalam otak yang terkait dengan usia dan penyimpanan memori," kata Bryce Mander, seorang ahli psikologi di UC Berkeley yang melakukan penelitian mengenai hal ini.

Seseorang perlu meningkatkan kualitas tidur untuk mencegah efek buruk gelombang lambat pada kemampuan otaknya menyimpan memori. Salah satu cara termudah untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak adalah dengan memperbanyak aktivitas fisik di siang hari.

"Jika tubuh lebih aktif bergerak sepanjang hari, Anda akan memiliki tidur yang lebih dalam pada malam harinya. Anda juga perlu memiliki jadwal tidur yang teratur dan meminimalisir gangguan, seperti suara-suara yang mungkin dapat mengganggu tidur malam Anda," kata Dr. Mander.

Pastikan bahwa suhu kamar tidur Anda tidak terlalu panas, pencahayaan yang cukup redup, ranjang yang nyaman, dan aman dari suara-suara yang mengganggu tidur. Kebersihan tempat tidur juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas tidur, sehingga jangan malas membersihkan kamar tidur Anda.

Perbaiki kualitas tidur Anda sejak dini, sebelum hal tersebut menyebabkan gangguan memori ketika Anda memasuki usia tua kelak. Penelitian ini dipublikasikan secara online dalam jurnal Nature Neuroscience, seperti dilansir The Doctor Will See You Now.

Digg Twitter Facebook
Home