Mengatasi Kram


Otot yang kram bisa dialami oleh siapa saja dan pada bagian tubuh mana saja, tapi kebanyakan masyarakat mengalami kram di bagian kaki. Lalu bagaimana cara mengatasi kram?

Kram otot yang terjadi secara tiba-tiba bisa disebabkan oleh satu otot atau lebih dan berlangsung mulai dari beberapa detik hingga menit. Kondisi ini paling umum disebabkan oleh kejang otot, selain itu ada juga akibat dehidrasi, sirkulasi mineral yang tidak merata atau masalah lainnya.

Kaki menjadi bagian tubuh yang paling sering terkena serangan kram, hal ini karena kaki menjadi penopang berat tubuh sehingga rentan mengalami tekanan yang berlebihan.
Seperti dikutip dari Livestrong,  ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kram dan membuat kondisi seseorang menjadi lebih baik, yaitu:

Melakukan pemijatan
Terapi pijat adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi kram, karena bisa membantu otot menjadi rileks. Melalui pemijatan ini akan membuat mobilisasi jaringan menjadi lebih lunak serta merangsang sirkulasi atau aliran darah.

Akibatnya aliran darah bisa membawa oksigen dan nutrisi lainnya ke sel, sehingga membantu membersihkan limbah metabolisme termasuk asam laktat yang tertumpuk di otot.

Mengompres dengan air hangat
Mengompres dengan sesuatu yang hangat bisa memperbaiki fleksibilitas tendon dan juga ligamen, mengurangi rasa sakit, meningkatkan aliran darah dan metabolisme serta mengurangi kejang otot. Hangat yang dialirkan bisa merangsang pelepasan zat endorfin yang dapat menghambat rasa sakit.

The Sports Injury Bulletin menunjukkan ketika aliran panas tersebut diterapkan pada bagian tubuh akan membuat dinding pembuluh darah menjadi rileks, namun sebaiknya tidak diterapkan jika bagian tubuh mengalami peradangan. Untuk meningkatkan fleksibitas jaringan, suhu yang diberikan sebaiknya berkisar antara 40-45 derajat celsius dan durasinya selama 5-30 menit.

Melakukan peregangan atau streching
Peregangan adalah salah satu solusi jangka pendek untuk kram. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) arah yang harus dilakukan untuk menahan peregangan tergantung dari otot mana yang mengalami kram, hal ini bisa ditentukan berdasarkan apa yang bisa membuat kaki merasa bertambah parah atau lebih baik.

AAOS menyarankan agar melakukan peregangan sebelum dan setelah laihan, hal ini bisa berguna sebagai pemanasan bagi otot. Salah satu caranya bisa dengan berjalan di tempat atau berjalan cepat.

Mengonsumsi cairan
Beberapa kondisi kram disebabkan oleh dehidrasi, sehingga mengonsumsi air lebih banyak bisa membantu meringankan kram. Seseorang yang melakukan olahraga akan mengalami peningkatan suhu tubuh, sehingga konsumsi air harus lebih banyak dari biasanya untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu kram.

Digg Twitter Facebook
Home